Tegaskan Tak Terlibat BBM, Kapolsek Gane Barat Siap Ungkap Dugaan BBM Ilegal di Tokaka

TelusurMalut.com – Kapolsek Gane Barat, Ipda Ruslan Anwar, menegaskan dirinya tidak terlibat dalam aktivitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang berlangsung di Pelabuhan Desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.
Ruslan membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan aktivitas pembongkaran BBM di kawasan pelabuhan tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan distribusi BBM sebagaimana informasi yang beredar.
“Saya sama sekali tidak tahu-menahu terkait BBM tersebut,” tegas Ruslan.
Ia memastikan pihaknya akan menelusuri informasi tersebut dan mengusut tuntas dugaan distribusi BBM ilegal apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Menurut Ruslan, setiap informasi mengenai dugaan aktivitas ilegal harus dibuktikan melalui penelusuran dan pemeriksaan di lapangan, bukan hanya berdasarkan keterangan sepihak.
Sebelumnya, dugaan keterlibatan Kapolsek Gane Barat dalam aktivitas distribusi BBM di Pelabuhan Desa Tokaka mencuat pada Sabtu (15/8).
Dugaan tersebut muncul setelah sebuah kapal kayu berwarna biru terlihat bersandar di dermaga. Di atas kapal tampak sejumlah wadah dan perlengkapan, termasuk drum serta selang yang diduga digunakan untuk aktivitas pemindahan BBM.
Dalam video yang diterima, terlihat sebuah truk berwarna merah berada di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat pemindahan atau pengangkutan BBM.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas pembongkaran awalnya berlangsung tanpa pendampingan petugas syahbandar dan terkesan tertutup. Namun, kegiatan tersebut kemudian diketahui salah seorang petugas syahbandar yang datang ke lokasi dan menanyakan dokumen atau surat-surat terkait kepada seseorang yang berada di tempat tersebut.
Ruslan mengaku terkejut ketika mengetahui adanya pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan aktivitas tersebut.
Ia mengatakan, dugaan serupa juga pernah muncul pada 2025. Saat itu, menurut Ruslan, persoalan tersebut ditelusuri bersama tim yang melibatkan Paminal dan sejumlah rekan media hingga fakta sebenarnya terungkap.
Pihaknya juga pernah menelusuri sebuah rilis yang mengatasnamakan pihak tertentu. Dari penelusuran tersebut, kata dia, persoalan yang sebenarnya kemudian diketahui.
Karena itu, Ruslan meminta seluruh pihak tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait dugaan distribusi BBM di Pelabuhan Tokaka.
Ia justru mengajak pihak yang memiliki informasi untuk bersama-sama mengungkap fakta di balik aktivitas tersebut.
“Jadi saran saya, adik bantu saya, torang ungkap bersama. Terkait keterangan masyarakat, biar kita usut sampai ke akar,” tandasnya.
Dengan adanya bantahan tersebut, Ruslan menegaskan dirinya siap membuka ruang untuk penelusuran guna memastikan siapa pihak yang sebenarnya terlibat dalam aktivitas distribusi BBM di Pelabuhan Desa Tokaka. (tim/red)





