DaerahHalselMaluku UtaraPemerintahan

Geram, Bupati Usman Sidik Ancam Usir PT Harita Dari Wilayah Halsel

LABUHA, TelusurMalut.com – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Usman Sidik geram terhadap pihak PT Harita Grup. Sikap geram Bupati disampaikannya saat rapat koordinasi antara Pemda Halsel dan pihak Harita Grup di ruang rapat kantor BPKAD Halsel, Selasa (15/11/) kemarin.

Amatan media ini, Bupati Usman Sidik, terlihat sangat kecewa dengan pihak PT Harita Grup atas berbagai kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat Pulau Obi.

Menurutnya, terkait keluhan masyarakat Pulau Obi, jauh sebelumnya pihaknya sudah perna melakukan pertemuan dengan orang nomor satu di Harita Grup yaitu Gunawan, hanya saja orang-orang dibawa pak Gunawan, tidak menindaklanjuti keluhan masyarakat Obi.

Usman mengatakan, masyarakat Pulau Obi mempunyai sedikit penghasilan karena bekerjasama dengan pihak perusahan tambang, tapi sekarang kerja sama itu sudah di cabut bahkan diambil alih. Olehnya itu, Usman meminta masalah ini harus diserius dan di selesaikan pihak perusahan, masalah ini menjadi tangunggjawab bersama, jangan biarkan masyarakat mati berlahan-lahan. Karena kami lihat masyarakat pulau obi perlahan lahan akan di bom waktu.

“Kita harus duduk bersama jangan Harita merasa diri paling hebat, karena saya tidak main-main, saya akan maju terus kalau itu demi rakyat. Kalau Harita membuat rakyat menderita dan tidak kedepankan kepentingan masyarakat itu akan menjadi gejolak besar. Saya sudah mengirim tim secara senyap untuk melakukan pendataan dan survei di masyarakat Kawasi, mereka mendapatkan banyak masalah,”, ungkapnya.

Orang nomor satu di lingkup pemda Halsel itu menegaskan, PT. Harita Grup jangan dulu bicara terkait relokasi nanti akan fatal, jika masih ada kebutuhan yang tidak bisah di selesaikan oleh pihak tambang. Hal ini sangat serius, jangan masyarakat di buat menderita.

Usman menegaskan, polemik ini harus di selesaikan oleh Pemeintah Daerah dan PT Harita Grup, dan PT Harita Grup harus melakukan sosialisasi terkait kebijakan yang diambil, namun sampai sekarang belum dilakukan.

Usman mengatakan, sekarang masyarakat hususnya anak sekolah yang mendapatkan beasiswa dari Harita saja pilih kasih. Disana itu ada dua kelompok agama yang besar yaitu Muslim dan Nasrani, mereka tidak merasakan ada keadilan yang diberlakukan oleh pihak PT Harita Grup.

“Hal mendasar saja tidak diindahkan pihak Harita, apalagi soal kesehatan, Pulau Obi saat ini banyak terindikasi penyakit ISPA dan stunting paling tinggi, maka jangan main-main jika tidak saya akan usir dari wilayah Halsel,”, tegas Usman. (Nan/Red)

Back to top button