Tak Ada Pemenang, Tender Proyek Lanjutan Mesjid Raya Diduga Syarat Kepentingan Politik

LABUHA, TM – Proses pelelangan atau tender Proyek lanjutan pembangunan Mesjid Raya Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Diduga ada syarat kepentingan politik di tahun 2024.
Padahal, sejak tanggal 24 Juni 2024 proses tender atau tayang sudah dilakukan di Layanan Pengadaan Secara Eletronik (LPSE) oleh dinas terkait, Namun Hingga batas waktu yang ditetap, belum juga penetapan pemenang tender.
Hal inipun muncul spekulasi publik bahwa adanya syarat kepentingan politik di tahun 2024.
“Kami menduga ini juga bagian dari skema politik, menentukan siapa yang akan menyokong dana di pilkada 2024,” Ujar Sala satu sumber yang ikut dalam pertarungan lelang proyek tersebut.
Ia mengaku, sejauh ini ada kurang lebih empat perusahaan yang sudah lolos syarat sebagai pemenang tender, tinggal menentukan siapa pemenang dalam tender tersebut.
“Niat kita semua baik, kami tidak tau tiga perusaan lainnya,” Katanya saat ditemui awak media, Senin 26 Agustus 2024.
Lebih lanjut kata dia, ini dilakukan agar spekulasi liar yang datang tidak merugikan pemerintah dan personal Bupati saat mencalonkan diri sebagai bupati Halsel di 2024.
Namun terkesan ada upaya lain dari Dinas Perkim dan ULP itu sendiri sehingga menghambat penetapan kemenangan itu sendiri hingga belum tuntas.
“Siapapun yang menang harus diumumkan, karena waktunya suda habis,” Ujarnya.
Ia menyebut, Sudah dua bulan lamanya proses tender ini dilakukan namun hingga saat ini tidak ada penetapan pemenang terhadap pihak Ketiga.
“Jangka waktunya satu bulan ditamba dengan senggan satu bulan sudah selesai, karena sekarang sudah masuk bulan ke tiga,” Sebutnya.
Sementara itu, Kepala ULP Halsel, Imron disambangi wartawan di kantornya tak berada di tempat, upaya konfirmasi yang dilakukan juga tidak direspon hingga berita ini diturunkan.
Hal yang sama juga dilakukan oleh kadis Perkim, Fadli, ketika disambangi di kantornya, enggan berada di tempat begitu juga dihubungi nomornya masi berada di luar jangkauan.
“Pak kadis dan pak Kabid perencanaan diluar daerah, kami hanya staf,”Ujar salah satu staf saat disambangi di kantor Perkim.(red)





