DaerahPolitikTernate

Santrani dan Ike Masita Disiapkan Gerindra Maju Pilwako Ternate

Foto Istimewa: Ike Masita dan Santrani Abusama

TERNATE,TM- Partai Gerindra hanya mengusung kader internal di Pilkada Serentak 2024. DPC Gerindra Kota Ternate, Maluku Utara sudah mengusulkan dua nama ke DPP Gerindra menjadi bakal calon Wali Kota Ternate.

Kedua nama tersebut sala satunya Santrani Abusama dan Ike Masita Tunas.

Keputusan final siapa sosok yang bakal dipilih sebagai bakal calon Wali Kota Ternate nantinya tergantung keputusan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Hal ini diketahui dari surat usulan DPC Gerindra Kota Ternate yang ditunjukan ke DPP Gerindra beredar di media sosial. Surat itu berisi rekomendasi untuk calon kepala daerah Kota Ternate 2024.

Dalam surat rekomendasi itu ditunjukan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

Surat tersebut bernomor KT-01/6-42/A/DPC-Gerindra/2024 tertanggal 8 Juni 2024 ditandatangani Ketua DPC Gerindra Kota Ternate Jamian Kolengsusu dan Sekertaris DPC Gerindra Kota Ternate Badarufin Fabanyo.

“Bersama ini disampaikan dua nama calon Wali Kota Ternate pada pemilihan kepala daerah serentak November 2024. Untuk mendapatkan persetujuan dan keputusan rekomendasi calon kepala daerah Kota Ternate yang diusulkan DPC Gerindra Kota Ternate. Untuk itu disampaikan pula daftar nama calon dan persyaratan serta formulir berkas bakal calon Wali Kota Ternate periode 2024-2029 (curricukulum vitae, visi-misi serta program unggulan) sebagai bahan pertimbangan rekomendasi,” Sebut bunyi surat rekomendasi yang dikutip, Selasa (18/5/2024).

“Demikian permohonan rekomendasi calon kepala daerah Kota Ternate periode 2024-2029 ini kami sampaikan, atas persetujuan pimpinan kami ucapkan terimakasih,” Sambungnya.

Sejumlah pengurus DPC Gerindra Kota Ternate membenarkan perihal rekomendasi tersebut. Mereka juga mengaku partainya tidak akan mencalonkan seseorang yang terindikasi dalam dugaan korupsi sebagai calon kepala daerah 2024.

“Partai Gerindra melalui ketua umum kami Bapak Hi. Prabowo Subianto telah menegaskan sikap resmi partai adalah tidak akan mencalonkan seseorang yang terindikasi dugaan korupsi, karena nantinya partai akan mengalami kerugian besar beberapa tahun ke depannya,” Katanya.

Selain itu, para pengurus ini mengaku kecewa dengan sikap Ketua DPD Gerindra Maluku Utara Sahril Tahir, yang tidak mengindahkan instruksi ketum Gerindra dengan memaksakan Gerinda mengusung Syahril Abdu Rajak sebaga calon Wali Kota Ternate. Padahal DPC Gerindra telah selesai melakukan penjaringan dan nama Sekda Kabupaten Halmahera Barat itu tak diusulkan ke DPP.

Alasannya, Syahril Abdu Rajak sendiri diduga terlibat sejumlah kasus korupsi, salah satunya pinjaman Pemda Halmahera Barat senilai Rp 159 miliar. Kasus ini ditangani Kejati Maluku Utara, bahkan Syahril sendiri beberapa kali menjalani pemeriksaan tim penyidik Pidsus lantaran status kasus naik dari penyelidikan menjadi penyidikan. (red)

Back to top button