Maluku UtaraPemerintahan

Jembatan Pelabuhan Desa Fluk Ambruk, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Foto Istimewa (Jembatan Ambruk di Desa Fluk)

LABUHA, TM.com- Jembatan pelabuhan di Desa Fluk, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, ambruk akibat dihantam ombak besar yang melanda kawasan pesisir beberapa hari terakhir, Rabu (14/5).

Gelombang tinggi yang menerjang pesisir Desa Fluk menyebabkan jembatan tersebut patah dan mengalami kerusakan berat. Padahal, jembatan ini merupakan akses vital bagi perputaran ekonomi warga setempat.

Kini, akibat kerusakan itu, masyarakat tidak bisa lagi menggunakan jembatan tersebut. Untuk bepergian atau menaiki kapal, warga terpaksa menggunakan perahu sampan yang tentu saja menyulitkan aktivitas harian, terutama dalam sektor transportasi serta distribusi barang dan kebutuhan pokok.

“Kondisi ini sangat menyulitkan kami, terutama dalam urusan logistik dan kebutuhan sehari-hari,” ungkap Nasrun Kuilo, salah satu warga Desa Fluk.

Nasrun dan warga lainnya berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera turun tangan. Mereka mendesak Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sherly Laos, dan DPRD Provinsi agar segera mengalokasikan anggaran dalam APBD Perubahan 2025 untuk pembangunan kembali jembatan tersebut.

Menurut mereka, pada tahun 2024 lalu, Pemprov Maluku Utara sebenarnya sudah menganggarkan lebih dari Rp2 miliar untuk proyek pembangunan jembatan pelabuhan tersebut. Pekerjaan sempat dimulai, namun dihentikan tanpa alasan yang jelas.

“Kami sangat berharap perhatian dari Ibu Gubernur Sherly Laos dan DPRD. Pelabuhan ini sangat penting bagi kami. Sekarang masyarakat sangat kesulitan karena jembatan sudah tidak bisa digunakan,” tegas Nasrun.

Masyarakat Desa Fluk berharap agar proyek pembangunan jembatan dilanjutkan sesegera mungkin, mengingat fasilitas tersebut merupakan infrastruktur vital yang terdampak langsung oleh bencana alam. (**)

 

Back to top button