Ekonomi & BisnisMaluku UtaraNasionalPemerintahanTopik Terkini

Gubernur Sherly Ungkap Dampak Hilirisasi Bagi Ekonomi di Malut

Foto Istimewa: (Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda)
Foto Istimewa: (Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda)

Sofifi, TM.com – Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda mengungkapkan bahwa kehadiran industri hilirisasi mineral, khususnya nikel, mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Hal itu selain mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, hilirisasi juga dapat menciptakan multiplier effect yang menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat.

Pasalnya, aktivitas industri di kawasan pengolahan nikel dapat menciptakan atau menggenjot perputaran ekonomi yang lebih besar.

“Dilihat dari aspek penyediaan lapangan pekerjaan, cantoh seperti industri IWIP ini menciptakan lapangan pekerjaan sekitar 100 ribu. Tentunya, Itu angka yang cukup signifikan bagi kami di Maluku Utara. Dan mendorong ekonominya berjalan karena ada 100 ribu orang yang harus dikasih lapangan pekerjaan,” ujar Sherly kepada Jumat (12/6/2026).

Menurut Sherly, meningkatnya jumlah pekerja di kawasan industri telah mendorong tumbuhnya berbagai usaha lokal, mulai dari kos kosan, perdagangan, kuliner, transportasi, hingga jasa lainnya. Kondisi ini turut memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Hanya memang masih menjadi PR di Maluku Utara karena sebagian besar bahan makanan itu belum disuplai dari Maluku Utara. Masih dari tetangga-tetangga di sekitar Maluku Utara itu yang masih menjadi PR kami,” katanya.

Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci agar semakin banyak anak anak kelahiran Maluku Utara dapat mengisi posisi strategis di sektor industri pengolahan mineral.

“Anak-anak lokal mendapatkan lapangan pekerjaan tentu belum bisa untuk semua. Itu menjadi PR kami untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia putra-putri Maluku Utara sehingga lebih banyak lagi SDM Maluku Utara yang terserap. Karena saat ini masih dari berbagai Indonesia yang bekerja di IWIP,” tambahnya. (tim/red)

 

Back to top button