HalselPemerintahan

Diduga Monopoli Program dan Anggaran BOK, Fahrudin: Tidak Ada Yang Dimonopoli

Foto Istimewa:(Kapus Kayoa)

LABUHA, TM.com– Kepala Puskesmas Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Fahrudin Sabtu, diduga kuat memonopoli pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tanpa melibatkan bendahara maupun staf puskesmas.

Praktik ini dinilai menyalahi pedoman pengelolaan dana kesehatan dan mengaburkan akuntabilitas anggaran.

Informasi dari sejumlah sumber internal pada, Senin (09/6/2025) menyebutkan, bahwa seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan melalui dana BOK dikendalikan langsung oleh Kapus secara sepihak tampa koordinasi dengan tim manajemen, termasuk bendahara dan penanggung jawab program.

“Semua pak kapus monopoli sendiri. Kami tidak pernah diajak rapat, apalagi dilibatkan dalam penyusunan atau pelaporan kegiatan tahunan,” ujar sumber internal kapus yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Padahal, dalam pedoman resmi penggunaan dana BOK, keterlibatan kolektif tim puskesmas menjadi syarat utama untuk menjamin transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan anggaran negara di bidang layanan kesehatan dasar.

Dugaan monopoli ini memicu kekhawatiran tentang penyalahgunaan wewenang serta pengelolaan keuangan dan efektivitas pelayanan kesehatan bagi warga kecamatan Kayoa.

Sorotan publik pun mengarah pada Dinas Kesehatan Halmahera Selatan agar segera melakukan klarifikasi dan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana BOK di Puskesmas Kayoa.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kayoa, Fahrudin Sabtu ketika di konfirmasi menyampaikan, tidak ada yang dimonopoli baik program maupun anggaran.

“Heee monopoli program bagimana itu dia, program masing pos dorang yang kerja saya trapernah campuri itu,” ucap Fahrudin.

Fahrudin mengaku, Setiap bulan kami melakukan lokmin untuk menyampaikan program dan anggaran yang digunakan.

“Kami setiap bulan torang lokmin, sampaikan program. Dan anggaran masing-masing pos dorang yang buat setiap bulan,” singkat seraya menyatakan, ini memang tidak betul, tapi kalau kasenaik (diberitakan) aib samua itu, jadi diminta tutupi saja. (**)

 

 

Back to top button