Dana BOK Rp177 Juta Hilang Misterius di Tangan Kapus Makian

LABUHA,TM.com– Kegaduhan terjadi di Puskesmas Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, akibat penggunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2025 yang diduga tidak transparan.
Dari total Rp 300 juta yang sudah dicairkan sejak Januari hingga April, sebanyak Rp177 juta ternyata “menghilang” untuk membayar utang misterius yang tidak pernah diketahui staf.
“Kami terkejut dan bingung. Dana yang seharusnya dipakai untuk memperbaiki fasilitas dan layanan kesehatan justru dipotong tanpa pemberitahuan. Utang apa ini? Kami tidak tahu siapa yang membuat dan kapan disetujui,” keluh salah satu staf yang enggan disebut namanya, Selasa (11/5/2025).
Kondisi ini memicu kegelisahan dan kecurigaan di kalangan staf Puskesmas. Mereka mengaku tak pernah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan pemotongan dana, sehingga tidak bisa mengawasi alur penggunaan anggaran yang seharusnya jelas dan akuntabel.
Akibat pemotongan besar tersebut, sejumlah program penting seperti penyuluhan kesehatan, kegiatan promotif dan preventif, serta pengadaan alat kesehatan terpaksa tertunda atau berjalan tidak maksimal. Fasilitas kesehatan yang sudah mulai menua semakin terbengkalai, dan pelayanan pasien pun menjadi terganggu.
“Kami hanya ingin kejelasan. Ini uang negara yang harus dikelola secara transparan dan bertanggung jawab. Jika memang ada utang, jelaskan kepada kami, jangan tiba-tiba potong dana tanpa informasi,” tegas staf lainnya.
Para staf mendesak pimpinan Puskesmas Makian untuk segera menggelar rapat terbuka dan mengungkapkan secara rinci penggunaan dana BOK.
Mereka menegaskan bahwa dana ini berasal dari pemerintah pusat untuk mendukung layanan kesehatan dasar yang seharusnya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Makian, Amirudin Alim belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait penggunaan dana dan utang misterius tersebut. (**)





