Halsel

Bupati Dukung Pemekaran Obi dan Bacan, Harap Moratorium Dicabut

Bupati Halsel, Bassam Kasuba. Foto: Tox

TM, LABUHA – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba, menyatakan mendukung Pulau Obi dan Bacan dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru atau DOB.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai dua daerah tersebut layak menjadi kabupaten atau kota tersendiri.

“Sesuai pemetaan, paling tidak kita di Halsel harus tiga kabupaten-kota. Kalau mau jadi kabupaten atau kota, nanti kita kaji sama-sama,” ungkap Bassam, Kamis (9/1).

Dia mengklaim telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait usulan pemekaran Pulau Obi, Bacan dan Gane sebagai ibu kota Halsel. Oleh sebab itu, semangat pemerintah daerah atas upaya DOB tahun ini tetap didengungkan ke pemerintah pusat.

“Data di Kemendagri, Obi sudah masuk daftar pemekaran 12 daerah, kalau tidak salah. Sehingga kita berharap moratorium bisa dicabut,” imbuhnya.

Bassam mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel akan menyiapkan data-data untuk memenuhi syarat pemekaran Pulau Obi dan Bacan. Karena pemerintah pusat sendiri, saat ini memberi sinyal mencabut moratorium dengan skema terbatas.

“Kita bentuk tim khusus untuk kaji. Jadi data pendukung juga kita siapkan agar bisa pemekaran, karena rentang kendali Halmahera Selatan ini juga harus dilihat,” tandasnya.

Dukungan pemekaran Pulau Obi dan Bacan juga disuarakan para Anggota DPRD Halsel ketika menerima silaturahmi Anggota DPD RI Dapil Maluku Utara, Hasbi Yusuf pada 23 Desember 2024 lalu.

Menurut mereka, usulan pemekaran Kabupaten Pulau Obi dan Kota Bacan telah direkapitulasi Kemendagri sebagai usulan daerah persiapan pemekaran pada 2016 lalu.

Karena itu, jika DPD RI mampu memperjuangkan dua daerah itu hingga dimekarkan pemerintah pusat, maka secara otomatis wilayah Gane akan menjadi ibu kota Kabupaten Halsel.

“Gane juga dimekarkan sebagai ibukota Kabupaten Halmahera Selatan,” kata juru bicara DPRD Halsel Dapil III, Humein Kiat.

Humein menjelaskan, ibu kota kabupaten di Maluku Utara rata-rata berkedudukan di Pulau Halmahera. Mislanya Kota Tobelo yang merupakan ibu kota Halmahera Utara.

Di sisi lain, wilayah Gane yang meliputi 7 kecamatan yaitu Gane Barat, Gane Barat Utara, Gane Barat Selatan, Gane Timur, Gane Timur Selatan, Gane Timur Tengah dan Kepulauan Joronga, luas wilayah dan jumlah penduduknya telah memenuhi syarat.

“Jadi Selatan Halmahera itu ada di Gane. Maka Kabupaten Halmahera Selatan adalah Gane. Kami harap DPD bisa dorong ini ke pemerintah pusat,” turur Humein. (*)

Back to top button